Masa SMP dulu gue lumayan bandel. Suka bolos alias madol, kadang uang SPP dijajanin, ngerokok, dan macam-macam kenakalan remaja seusia saat itu. Nah, ada kejadian unik waktu itu yang memberi pelajaran agar gue dan teman-teman lain ga sembarangan bicara, apalagi sama orang tua alias songong atau ngelunjak...
Waktu itu lagi zamannya memanggil nama depan dengan nama belakangnya. Misalnya nama temen gue Deden Kurniawan, maka anak-anak semua memanggil Kurniawan. Atau Didi Riyadi maka dipanggil Riyadi.
Siang itu sepulang sekolah, kami beramai-ramai berniat mendatangi rumah salah seorang kawan kami yang bernama Iwan Zaenudin. Hari itu dia tidak masuk sekolah, jadi kami berinisiatif menjenguknya, takut kalau-kalau sakit. Kami sekitar belasan orang yang kebanyakan laki-laki menelusuri jalan-jalan kecil semacam gang menuju rumah iwan. Canda tawa serta keisengan dan kejahilan anak-anak mewarnai sepanjang perjalanan kami menuju rumah Iwan...
Tiba didepan rumah Iwan terlihat tak ada orang, tapi pintunya tidak terkunci rapat, timbul inisiatif salah seorang teman untuk mengucapkan salam, Assalamualaikum...!!" tapi diiringi keisengan dengan memanggil nama Iwan dengan nama belakangnya, Zaenudin..
"Din, din... Zaenudin... Assalamualaikum...!!" Teriak anak-anak serempak dan ramai..
"Din, loe dirumah kaga... keluar lah...!!" Teriak yang lain...
Mendengar suara ribut dan gaduh, keluarlah seorang Laki-laki setengah tua, kumisan lumayan menyeramkan...
"Ya, ada apa?Mencari siapa..?" Tanyanya Tegas..
"Anu, Pak... Zaenudin ada ga?" Tanya salah seorang..
"Iye, Zaenudin ada pak?" Sahut yang lain.
" Ya, saya Zaenudin ada apa?" Jawab laki-laki itu setengah marah...
Masa ALLah... Kami pucat semua dan siap-siap beranjak mau kabur karena takut.. Rupanya Zaenudin itu nama Bapaknya si Iwan.. Sejak saat itu ga lagi-lagi deh manggil nama temen pake nama belakangnya, takut kalau itu nama Bapaknya, hehehe...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar