Kembali sedikit ke masa lalu. Gue punya pengalaman lucu waktu sekolah dan sedang bandel-bandelnya waktu itu. Biasa tiap mau masuk sekolah, gue ma kawan-kawan nongkrong dulu bentaran di depan taman di luar sekolah sambil nunggu-nunggu waktu masuk sekolah. Biasalah kegiatan anak yang baru menanjak remaja, teriak-teriak godain cewek lewat, kadang-kadang ada yang berantem juga, sih. maklum masih jiwa muda, masih labil.
Nah, di sini gue yang keasikan nongkrong ga menyadari kalo waktunya masuk sekolah udah lewat. padahal anak-anak yang lain satu persatu udah masuk kelas. gue yang masih asik ngerokok karena nanggung tersentak begitu ngeliat jam udah menunjukan pukul 7 lewat dikit. Ternyata anak-anak yang masih nongkrong itu emang punya niat bolos sekolah. ditawarin ikut bolos, sih tapi engga, deh.. hari ini pelajaran matematika kesukaan gue dah gitu ada ulangan lagi...
Segera saja gue berlari menuju sekolah yang ga jauh dari tempat tongkrongan itu. Gue berlari secepatnya begitu melihat gerbang mau ditutup oleh penjaga sekolah..
"Tunggu, tunggu.. Om jangan ditutup dulu...!" Teriak gue langsung nyelonong masuk menuju kelas. Mindik-mindik dikit begitu melewati kantor guru karena takut ketauan. Begitu terlewati segera gue menelusuri lorong kelas yang panjang.. seingat gue kelas gue waktu itu letaknya di ruang yang ke lima.
Satu persatu gue lewati ampe ngos-ngosan hingga ga konsen lagi udah berapa kelas gue lewati.
Begitu sampai, pintu kelas masih terbuka. Tanpa pikir panjang gue langsung nyelonong masuk, aman... gurunya belom datang, pikir gue tenang. Gue langsung menuju bangku gue paling ujung kiri dekat jendela belakang. Begitu sampai dan duduk di bangku gue menoleh ke samping kanan, biasa mo nanya temen sebangku gue, tapi..
"Lah, Lu ngapain di sini, man?" Tanya gue ama si Rahman anak kelas sebelah..
"Loe yang ngapain, panjul!" Rahman bingung... Seisi kelas menoleh semua ke arah gue. Wajah mereka bingung semua, udah gitu Bu Ross guru Bahasa Indonesia juga datang. Perasaan bukan pelajaran Bahasa Indonesia, pikir gue. Gue konsen sejenak melihat sekeliling... Ini bukan wajah-wajah temen-temen sekelas gue, kayanya ada yang salah...
"Loe salah masuk kelas, pa'ul.. kelas loe di sebelah!" Teriak anak yang lain sambil pada tertawa keras.
Tengsin berat, gue langsung cabut ambil langkah seribu tanpa pamit ama bu guru bahasa indonesia yang ikutan nyengir juga...
Isinye pengalaman-pengalaman unik dan lucu.. Yang kadang sedikit memberi pelajaran buat kita semua..
Kamis, 19 November 2009
Rabu, 09 September 2009
Rehat Sejenak Mengenang Masa SMA..
Hari ini tanggal 9 bulan 9 tahun 2009. Awan di pagi hari tipis-tipis bergerak pelan.. Udara bersih dan angin semilir menambah sejuk dan cerah pagi hari... Seperti biasa aku telah siap menyambut pagi dengan semangat perjuangan seorang anak manusia untuk bertahan hidup.
Aku merenung sejenak.. Sudah 12 tahun berlalu. Yach... usiaku pas 30 semenjak aku lepas dari SMA. Aku jadi ingat masa-masa itu, selalu kuingat kata-kata : Kerjakan tugas! Jangan lupa PR nya..! Tiba-tiba mataku berbinar-binar. Aku jadi ingat semuanya, saat dimana aku bermain bersama kawan-kawan sebaya menghabiskan masa remaja yang ceriah yang penuh suka dan banyak juga dukanya..
Bagaimana mungkin bisa kulupa semua itu. Semakin kuingat semakin kurindu semua. Aku ingin jumpa kawan-kawan. Akan kutanya, Apa kabar? Apa mereka telah sukses? Sudah punya anak berapa? Sekarang tinggal dimana? Dan masih banyak lagi yang ingin kutahu..
Satu persatu raut wajah teman-temanku membayang di pelupuk mata. Dian, mantan waktu di SMA dulu, Apa kabarnya? Puji gadis sederhana yang ga banyak tingkah, apa telah menjadi istri yang baik? Atih, cewek yang rada-rada dewasa, anaknya sudah berapa sekarang? Ririn, cewek rada-rada tomboy, Apa telah menjadi wanita karier atau sekedar ibu rumah tangga? Vonny, yang kalo dandan menor, apa sudah jadi artis? Tinah, gadis mualaf, apa sudah pintar baca Qur'an? Elan, Irene, Hesti, Anggi, Rosa, dan lain-lainnya, Apa kabar sekarang semuanya?
Ataupun Jaka-jakanya.. Apa masih suka Jail..? Wawan si jago gambar, apa telah jadi seniman? Edi, yang kerjaannya ngisi TTS mulu kalo lagi belajar, apa telah jadi profesor? Wandi yang jago gitar, apa sudah jadi musisi, atau malah pengamen jalanan... Purwadi, sang ketua kelas dan ketua Osis, apa telah jadi pemimpin di Perusahaan, atau cuma sekedar ketua RT? juga Budi, Dudi, Angga, Deden, Gatot, dan yang lainnya... Apa telah menjadi seorang Bapak yang Baik.. atau malah masih Jomblo seperti aku, hehe..
Tiba-tiba aku terperanjat menyadari ketika kulihat kalender, kalau hari ini tanggal 9 bulan 9 tahun 2009. Yah.. sebelum perpisahan dulu kami berjanji untuk bertemu di Sekolah pada hari ini.. Pokoknya apapun yang terjadi dan sesibuk apapun kami harus datang bertemu pada hari ini... Namun tenggorokanku tersekat menyadari siapa diriku.. Cuma seorang kuli harian.. Akankah mereka menerima diriku? Masikah mereka ingat padaku?.. Tapi.. Aku tak boleh mengingkari janji, apapun yang terjadi aku harus datang. Aku bimbang..Namun akhirnya aku memutuskan untuk datang. Walaupun bagaimana sambutan teman-teman nanti, yang penting aku hadir tak mengingkari janji.
Dengan Kemeja baru aku bergerak memacu sepeda motor tuaku dengan kecepatan sedang menuju sekolahku dulu.. Udara yang sejuk malah membuatku mengeluarkan keringat.. mungkin karena hatiku berdebar-debar ingin berjumpa dengan semua kawan-kawan yang sudah lama tidak bertemu...
Sesampai disana, suasana sekolah seperti biasa. Tak ada tanda-tanda istimewa suatu acara. Aku memarkir sepeda motorku dipinggiran sekolah.. Beberapa lama menunggu tak kujumpai kawan-kawanku.. Aku menunggu dan terus menunggu hingga berlalu waktu. Hatiku teriris-iris.. Mereka mengingkari. Aku berfikir keras mengapa mereka tak ada yang datang..? Apa mungkin mereka lupa? Sudah kaya, sudah berhasil hingga lupa janji, maklum saja mereka orang sibuk. kerjanya seminar, rapat, shopping, dan lain-lainnya lagi. Mengapa mesti datang? Buang-buang waktu saja, pikir mereka.
Aku tersadar ketika mengetahui siapa diriku? Cuma seorang kuli harian di sebuah pabrik... Ga pantas bertemu mereka yang seorang pengusaha, orang penting yang punya jabatan, atau apalah...
Tiba-tiba sebuah suara menyapaku.. Seorang gadis manis berseragam putih abu-abu,
"Menunggu siapa, pak?" Dia bertanya santun.
Aku terkejut.."Ah, tidak!" Aku terdiam sejenak " Hanya sedang istirahat sebentar, neng.." Jawabku berbohong. Gadis itu tersenyum dan kemudian berlalu.. Aku masih terpaku, kemudian kuputuskan untuk berlalu juga... Kemudian aku jadi ingat suatu falsafah..Masa lalu bukanlah untuk diingat, tapi bukan berarti untuk dilupakan. Bukan untuk ditangisi., apalagi dibenci. Masa lalu hanyalah kenangan indah maupun kenangan buruk yang memberikan pelajaran untuk mendapatkan impian yang lebih baik dan sempurna.. Dan daun yang lepas dari rantingnya takkan mungkin bisa kembali lagi, artinya masa lalu takkan mungkin bisa kembali dan terulang lagi..
Aku merenung sejenak.. Sudah 12 tahun berlalu. Yach... usiaku pas 30 semenjak aku lepas dari SMA. Aku jadi ingat masa-masa itu, selalu kuingat kata-kata : Kerjakan tugas! Jangan lupa PR nya..! Tiba-tiba mataku berbinar-binar. Aku jadi ingat semuanya, saat dimana aku bermain bersama kawan-kawan sebaya menghabiskan masa remaja yang ceriah yang penuh suka dan banyak juga dukanya..
Bagaimana mungkin bisa kulupa semua itu. Semakin kuingat semakin kurindu semua. Aku ingin jumpa kawan-kawan. Akan kutanya, Apa kabar? Apa mereka telah sukses? Sudah punya anak berapa? Sekarang tinggal dimana? Dan masih banyak lagi yang ingin kutahu..
Satu persatu raut wajah teman-temanku membayang di pelupuk mata. Dian, mantan waktu di SMA dulu, Apa kabarnya? Puji gadis sederhana yang ga banyak tingkah, apa telah menjadi istri yang baik? Atih, cewek yang rada-rada dewasa, anaknya sudah berapa sekarang? Ririn, cewek rada-rada tomboy, Apa telah menjadi wanita karier atau sekedar ibu rumah tangga? Vonny, yang kalo dandan menor, apa sudah jadi artis? Tinah, gadis mualaf, apa sudah pintar baca Qur'an? Elan, Irene, Hesti, Anggi, Rosa, dan lain-lainnya, Apa kabar sekarang semuanya?
Ataupun Jaka-jakanya.. Apa masih suka Jail..? Wawan si jago gambar, apa telah jadi seniman? Edi, yang kerjaannya ngisi TTS mulu kalo lagi belajar, apa telah jadi profesor? Wandi yang jago gitar, apa sudah jadi musisi, atau malah pengamen jalanan... Purwadi, sang ketua kelas dan ketua Osis, apa telah jadi pemimpin di Perusahaan, atau cuma sekedar ketua RT? juga Budi, Dudi, Angga, Deden, Gatot, dan yang lainnya... Apa telah menjadi seorang Bapak yang Baik.. atau malah masih Jomblo seperti aku, hehe..
Tiba-tiba aku terperanjat menyadari ketika kulihat kalender, kalau hari ini tanggal 9 bulan 9 tahun 2009. Yah.. sebelum perpisahan dulu kami berjanji untuk bertemu di Sekolah pada hari ini.. Pokoknya apapun yang terjadi dan sesibuk apapun kami harus datang bertemu pada hari ini... Namun tenggorokanku tersekat menyadari siapa diriku.. Cuma seorang kuli harian.. Akankah mereka menerima diriku? Masikah mereka ingat padaku?.. Tapi.. Aku tak boleh mengingkari janji, apapun yang terjadi aku harus datang. Aku bimbang..Namun akhirnya aku memutuskan untuk datang. Walaupun bagaimana sambutan teman-teman nanti, yang penting aku hadir tak mengingkari janji.
Dengan Kemeja baru aku bergerak memacu sepeda motor tuaku dengan kecepatan sedang menuju sekolahku dulu.. Udara yang sejuk malah membuatku mengeluarkan keringat.. mungkin karena hatiku berdebar-debar ingin berjumpa dengan semua kawan-kawan yang sudah lama tidak bertemu...
Sesampai disana, suasana sekolah seperti biasa. Tak ada tanda-tanda istimewa suatu acara. Aku memarkir sepeda motorku dipinggiran sekolah.. Beberapa lama menunggu tak kujumpai kawan-kawanku.. Aku menunggu dan terus menunggu hingga berlalu waktu. Hatiku teriris-iris.. Mereka mengingkari. Aku berfikir keras mengapa mereka tak ada yang datang..? Apa mungkin mereka lupa? Sudah kaya, sudah berhasil hingga lupa janji, maklum saja mereka orang sibuk. kerjanya seminar, rapat, shopping, dan lain-lainnya lagi. Mengapa mesti datang? Buang-buang waktu saja, pikir mereka.
Aku tersadar ketika mengetahui siapa diriku? Cuma seorang kuli harian di sebuah pabrik... Ga pantas bertemu mereka yang seorang pengusaha, orang penting yang punya jabatan, atau apalah...
Tiba-tiba sebuah suara menyapaku.. Seorang gadis manis berseragam putih abu-abu,
"Menunggu siapa, pak?" Dia bertanya santun.
Aku terkejut.."Ah, tidak!" Aku terdiam sejenak " Hanya sedang istirahat sebentar, neng.." Jawabku berbohong. Gadis itu tersenyum dan kemudian berlalu.. Aku masih terpaku, kemudian kuputuskan untuk berlalu juga... Kemudian aku jadi ingat suatu falsafah..Masa lalu bukanlah untuk diingat, tapi bukan berarti untuk dilupakan. Bukan untuk ditangisi., apalagi dibenci. Masa lalu hanyalah kenangan indah maupun kenangan buruk yang memberikan pelajaran untuk mendapatkan impian yang lebih baik dan sempurna.. Dan daun yang lepas dari rantingnya takkan mungkin bisa kembali lagi, artinya masa lalu takkan mungkin bisa kembali dan terulang lagi..
Langganan:
Komentar (Atom)